The Imperfections by Sopi Su
The inspiration came from the Japanese author Sei Shonagon, best known as the author of The Pillow Book. It is a book of observations about her life during the early 11 th century while she was serving in the court of the Empress. It includes her personal thoughts, interesting events and poetry. This project is based on my observations of daily life’s imperfections, and each words or sentences are laser-cut out of card.
Dear arida dan ezar, semoga kita semua satu kelas lg sampe akhir supaya kalian selalu ada di saat aku butuh bantuan seperti biasa xixixixi :3 (Taken with instagram)
trio kwek kwek.
mungkin pada saatnya kami yang datang meminta bantuan ke kamu Catya :’)
I drew this today!
I’m not very confident with using colour at all, but I enjoyed sketching this. I’m not sure whether to do it more often, because I can get more detail with HB. Do you think I should move on from HB a bit and start using coloured pencils more?
*motong kuku dulu sebelum ngetik*
Bicara tentang jam biologis, kalau memang hal itu nyata maka saya percaya bahwa jam biologis saya mungkin bukan GMT +7.
Saya ingat waktu SD dulu hidup saya sangat teratur, bangun jam 6 pagi, berangkat ke sekolah jam setengah 7, lapar jam 12 dan jam 18.30, mengantuk jam setengah 10 malam. Lucu juga kalau diingat-ingat, hal-hal teratur semacam itu sudah terkesan seperti ‘mimpi’ atau memori yang terasa jauh sekali.
Seperti beberapa minggu ini, jam tidur dan makan saya benar benar amburadul. Hari ini contohnya, saya bangun jam setengah 11 pagi, tanpa mandi saya ngeloyor ke pameran untuk mengecek panel dan ke studio untuk melapor tugas yang konon katanya ‘belum dikumpul’. Pulang jam setengah 6 sore, entah kenapa saya sangat lelah dan tertidur sampai jam setengah 10 malam. Singkat cerita, saya menonton 2 film dan tanpa sadar ternyata jam sudah menunjukan pukul 3 subuh. Bengong didalam kegelapan kamar kos yang kata Himawan mirip kuburan (panjang dan berdinding tinggi), tak bisa tidur dan terlalu malas untuk menggambar dikamar yang berantakan. Setelah setengah jam teler tapi tidak bisa tidur saya pun akhirnya memutuskan untuk mandi. Iya, mandi, di kota bandung, jam setengah 4 pagi. Tidak ada orang yang berani mandi jam segini, apalagi di kostan laki-laki seperti ini, yang penghuninya buat bangun saja susah. Setelah mandi saya mencuci piring dan gelas kotor, menyapu, membersihkan kamar, merapikan tempat tidur, membuang sampah, merapikan meja, dan membereskan lemari, kegiatan-kegiatan yang cukup random untuk dilakukan, apalagi oleh remaja laki-laki, mahasiswa seni rupa pula, jam 4 pagi pula. Belum lagi pas mencuci piring (tempat mencuci piring di kostan saya berkonsep outdoor saudara-saudara) saya memakai celana pendek, T Shirt yang dipakai terbalik (tidak suka sama sablonannya yang konyol tapi terlalu sayang untuk dibuang), kaos kaki setengah betis dan sepatu (karena dinginnya minta ampun, maklum saya berasal dari daerah ‘panas’), kegiatan dan penampilan yang cukup mengagetkan mbak sebelah yang tampaknya menjemur sarung suaminya di kostan kami semalam dan mengangkatnya subuh ini. Mbak, kamu tidak lebih aneh dari saya, tidak perlu memasang tampang kaget dan buru-buru kabur seperti itu lain kali.
Saya jadi ingat perkataan Ose beberapa hari yang lalu: “Ntar kalo liburan ngapain sok-sok benerin pola tidur, ntar pas kuliah kacau lagi, percuma juga.” Bener juga sih. Tapi dengan pola tidur dan pola hidup se-random ini, apa tubuh saya tidak perlu perbaikan? ah sudah lah, kita lihat saja nanti. Yang jelas, jam biologis saya bisa jadi sudah lama rusak dan saya tidak mempunyai cukup kepedulian untuk membetulkannya.
Saya berencana memasukan foto dokumentasi beserta field report “FRAKTAL: Pameran 1000 karya lebih dari 200 Mahasiswa TPB FSRD ITB 2011” ke 1 blog khusus, semacam unofficial blog for FRAKTAL TPB FSRD 2011. Whatca think?
Akhir-akhir ini, entah kenapa saya sering mengutuk diri sendiri. Tentang kenapa saya judes, kenapa saya galak, atau kenapa cara jalan saya aneh. Suka sedih ketika tau bahwa beberapa cowok sering mengejek saya tentang cara jalan saya yang aneh itu. Ya emang aneh sih tapi. Tapi ya gimana ya. Padahal…
Dear madam, should i remind you that you are an art student? if you’re not weird than get the fuck off!